Siaran Pers
Gerakan Koin Untuk Selamatkan Hutan Kota Babakan SiliwangiWe must come to peace with and accept our place in the natural world (William McDonough)
Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi yang memiliki luas sekitar 3,8 Ha merupakan kawasan lindung yang memiliki posisi dan peran strategis dalam mendukung kehidupan dan keberlanjutan lingkungan hidup Kota Bandung sehingga penting dipertahankan dan diselamatkan. Upaya penyelamatan hutan kota ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No 41 tentang Kehutanan dan Peraturan Pemerintah No 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota, pasal 2 menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan hutan kota adalah untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Kemudian, pasal 3 menyatakan bahwa fungsi hutan kota adalah untuk : a. memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; b.meresapkan air; c. menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan d.mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.Berdasarkan hitungan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia - Jawa Barat, 1 hektar area yang dipenuhi pohon, perdu, semak, dan rumput akan menghasilkan kanopi seluas 5 hektar. Dalam tempo 12 jam, kanopi ini dapat menarik 1.800 kilogram carbon dioksida (CO 2 ) dan melepaskan 1.200 kilogram oksigen (O 2 ) yang setara dengan 1.560 liter O 2. Dengan perkirakan harga Oksigen mencapai Rp 25.000 per liter, maka nilai ekonomi oksigen yang dihasilkan dari lahan seluas satu hektar adalah Rp 39 juta per hari. Dengan perhitungan lahan efektif Babakan Siliwangi seluas 3 hektar, maka dalam sehari mampu menghasilkan oksigen senilai Rp 117 juta dan dalam setahun Babakan Siliwangi menghasilkan oksigen senilai Rp 42,7 miliar. Jika 20 persen lahan di Babakan Siliwangi dijadikan bangunan, maka kerugian minimalnya mencapai Rp 8,5 miliar per tahun.
Sikap Pemerintah Kota Bandung khususnya Walikota Bandung yang tetap bersikukuh melegasilisasi dan melegitimasi PT EGI untuk membangun restoran dan sarana wisata lainnya merupakan tindakan yang tidak mencerminkan pemimpin yang memihak pada lingkungan hidup, kepentingan publik warga kota serta melanggar aturan peraturan perundang-undangan yang ada. Lebih parah lagi, kontribusi yang diberikan oleh PT EGI selama 20 tahun hanya sekitar Rp 7 Milyar, tentu nilai ekonomi yang sangat kecil yang dikontribusikan kepada Pemerintah Kota Bandung.
Mempertimbangkan hal di atas, maka Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi tetap menolak upaya komersialiasi dan alih fungsi-kepemilikan hutan kota Babakan Siliwangi. Sebangun dengan pengggalangan petisi dukungan publik, wujud komitmen dan kepedulian Warga Kota untuk menyelamatkan dan mempertahankan hutan kota Babakan Siliwangi akan terus menggalangan dana publik melalui Gerakan pengumpulan “Coin For Babakan Siliwangi” atau Gerakan Koin Untuk Selamatkan Babakan Siliwangi. Tujuan gerakan ini adalah membeli Hutan Kota Babakan Siliwangi agar selamat dari ancaman alih fungsi dan kepemilikan oleh pihak swasta. Koin yang tergalang dan terkumpul akan digunakan untuk membantu pemerintah kota membayar kompensasi, memelihara dan merawat hutan Kota Babakan Siliwangi ke depan.
Gerakan penggalangan dana publik melalui koin untuk baksil ini akan secara resmi akan dilanjutkan dengan pembukaan rekening di Bank Mandiri Cabang Babakan Siliwangi atas nama warga peduli babakan siliwangi. Pembukaan rekening akan dilakukan pada hari Jum’at, 15 Februari 2013 pukul 09.00 di Bank Mandiri Jalan Siliwangi nomer 3 Bandung. Penggalangan koin akan dilakukan selama 6 bulan ke depan. Harapannya, pemerintah kota Bandung segera mencabut ijin yang telah diberikan kepada PT EGI dan bergandengan dengan warga kota Bandung bersama-sama mengelola hutan kota Babakan Siliwangi.
Bandung, 15 Februari 2013
Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi
Reggi Kayong Munggaran
Juru Bicara Kampanye#SaveBabakanSiliwangi + #Coin4BabakanSiliwangi
(via bramantyomargono)


