February 15, 2013
greeneration:

Siaran Pers Gerakan Koin Untuk Selamatkan Hutan Kota Babakan Siliwangi
We must come to peace with and accept our place in the natural world (William McDonough)
 Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi yang memiliki luas sekitar 3,8 Ha merupakan kawasan lindung yang memiliki posisi dan peran strategis dalam mendukung kehidupan dan keberlanjutan lingkungan hidup Kota Bandung sehingga penting dipertahankan dan diselamatkan. Upaya penyelamatan hutan kota ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No 41 tentang Kehutanan dan Peraturan Pemerintah No 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota, pasal 2 menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan hutan kota adalah untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Kemudian, pasal 3 menyatakan bahwa fungsi hutan kota adalah untuk : a. memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; b.meresapkan air; c. menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan d.mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Berdasarkan hitungan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia - Jawa Barat, 1 hektar area yang dipenuhi pohon, perdu, semak, dan rumput akan menghasilkan kanopi seluas 5 hektar. Dalam tempo 12 jam, kanopi ini dapat menarik 1.800 kilogram carbon dioksida (CO 2 ) dan melepaskan 1.200 kilogram oksigen (O 2 ) yang setara dengan 1.560 liter O 2. Dengan perkirakan harga Oksigen mencapai Rp 25.000 per liter, maka nilai ekonomi oksigen yang dihasilkan dari lahan seluas satu hektar adalah Rp 39 juta per hari. Dengan perhitungan lahan efektif Babakan Siliwangi seluas 3 hektar, maka dalam sehari mampu menghasilkan oksigen senilai Rp 117 juta dan dalam setahun Babakan Siliwangi menghasilkan oksigen senilai Rp 42,7 miliar. Jika 20 persen lahan di Babakan Siliwangi dijadikan bangunan, maka kerugian minimalnya mencapai Rp 8,5 miliar per tahun.
Sikap Pemerintah Kota Bandung khususnya Walikota Bandung yang tetap bersikukuh melegasilisasi dan melegitimasi PT EGI untuk membangun restoran dan sarana wisata lainnya merupakan tindakan yang tidak mencerminkan pemimpin yang memihak pada lingkungan hidup, kepentingan publik warga kota serta melanggar aturan peraturan perundang-undangan yang ada. Lebih parah lagi, kontribusi yang diberikan oleh PT EGI selama 20 tahun hanya sekitar Rp 7 Milyar, tentu nilai ekonomi yang sangat kecil yang dikontribusikan kepada Pemerintah Kota Bandung.
Mempertimbangkan hal di atas, maka Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi tetap menolak upaya komersialiasi dan alih fungsi-kepemilikan hutan kota Babakan Siliwangi. Sebangun dengan pengggalangan petisi dukungan publik, wujud komitmen dan kepedulian Warga Kota untuk menyelamatkan dan mempertahankan hutan kota Babakan Siliwangi akan terus menggalangan dana publik melalui Gerakan pengumpulan “Coin For Babakan Siliwangi” atau Gerakan Koin Untuk Selamatkan Babakan Siliwangi. Tujuan gerakan ini adalah membeli Hutan Kota Babakan Siliwangi agar selamat dari ancaman alih fungsi dan kepemilikan oleh pihak swasta. Koin yang tergalang dan terkumpul akan digunakan untuk membantu pemerintah kota membayar kompensasi, memelihara dan merawat hutan Kota Babakan Siliwangi ke depan.
Gerakan penggalangan dana publik melalui koin untuk baksil ini akan secara resmi akan dilanjutkan dengan pembukaan rekening di Bank Mandiri Cabang Babakan Siliwangi atas nama warga peduli babakan siliwangi. Pembukaan rekening akan dilakukan pada hari Jum’at, 15 Februari 2013 pukul 09.00 di Bank Mandiri Jalan Siliwangi nomer 3 Bandung. Penggalangan koin akan dilakukan selama 6 bulan ke depan. Harapannya, pemerintah kota Bandung segera mencabut ijin yang telah diberikan kepada PT EGI dan bergandengan dengan warga kota Bandung bersama-sama mengelola hutan kota Babakan Siliwangi.
Bandung, 15 Februari 2013 Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi
 Reggi Kayong Munggaran Juru Bicara Kampanye
#SaveBabakanSiliwangi + #Coin4BabakanSiliwangi

greeneration:

Siaran Pers
Gerakan Koin Untuk Selamatkan Hutan Kota Babakan Siliwangi

We must come to peace with and accept our place in the natural world (William McDonough)


Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi yang memiliki luas sekitar 3,8 Ha merupakan kawasan lindung yang memiliki posisi dan peran strategis dalam mendukung kehidupan dan keberlanjutan lingkungan hidup Kota Bandung sehingga penting dipertahankan dan diselamatkan. Upaya penyelamatan hutan kota ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No 41 tentang Kehutanan dan Peraturan Pemerintah No 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota, pasal 2 menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan hutan kota adalah untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Kemudian, pasal 3 menyatakan bahwa fungsi hutan kota adalah untuk : a. memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; b.meresapkan air; c. menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan d.mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Berdasarkan hitungan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia - Jawa Barat, 1 hektar area yang dipenuhi pohon, perdu, semak, dan rumput akan menghasilkan kanopi seluas 5 hektar. Dalam tempo 12 jam, kanopi ini dapat menarik 1.800 kilogram carbon dioksida (CO 2 ) dan melepaskan 1.200 kilogram oksigen (O 2 ) yang setara dengan 1.560 liter O 2. Dengan perkirakan harga Oksigen mencapai Rp 25.000 per liter, maka nilai ekonomi oksigen yang dihasilkan dari lahan seluas satu hektar adalah Rp 39 juta per hari. Dengan perhitungan lahan efektif Babakan Siliwangi seluas 3 hektar, maka dalam sehari mampu menghasilkan oksigen senilai Rp 117 juta dan dalam setahun Babakan Siliwangi menghasilkan oksigen senilai Rp 42,7 miliar. Jika 20 persen lahan di Babakan Siliwangi dijadikan bangunan, maka kerugian minimalnya mencapai Rp 8,5 miliar per tahun.

Sikap Pemerintah Kota Bandung khususnya Walikota Bandung yang tetap bersikukuh melegasilisasi dan melegitimasi PT EGI untuk membangun restoran dan sarana wisata lainnya merupakan tindakan yang tidak mencerminkan pemimpin yang memihak pada lingkungan hidup, kepentingan publik warga kota serta melanggar aturan peraturan perundang-undangan yang ada. Lebih parah lagi, kontribusi yang diberikan oleh PT EGI selama 20 tahun hanya sekitar Rp 7 Milyar, tentu nilai ekonomi yang sangat kecil yang dikontribusikan kepada Pemerintah Kota Bandung.

Mempertimbangkan hal di atas, maka Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi tetap menolak upaya komersialiasi dan alih fungsi-kepemilikan hutan kota Babakan Siliwangi. Sebangun dengan pengggalangan petisi dukungan publik, wujud komitmen dan kepedulian Warga Kota untuk menyelamatkan dan mempertahankan hutan kota Babakan Siliwangi akan terus menggalangan dana publik melalui Gerakan pengumpulan “Coin For Babakan Siliwangi” atau Gerakan Koin Untuk Selamatkan Babakan Siliwangi. Tujuan gerakan ini adalah membeli Hutan Kota Babakan Siliwangi agar selamat dari ancaman alih fungsi dan kepemilikan oleh pihak swasta. Koin yang tergalang dan terkumpul akan digunakan untuk membantu pemerintah kota membayar kompensasi, memelihara dan merawat hutan Kota Babakan Siliwangi ke depan.

Gerakan penggalangan dana publik melalui koin untuk baksil ini akan secara resmi akan dilanjutkan dengan pembukaan rekening di Bank Mandiri Cabang Babakan Siliwangi atas nama warga peduli babakan siliwangi. Pembukaan rekening akan dilakukan pada hari Jum’at, 15 Februari 2013 pukul 09.00 di Bank Mandiri Jalan Siliwangi nomer 3 Bandung. Penggalangan koin akan dilakukan selama 6 bulan ke depan. Harapannya, pemerintah kota Bandung segera mencabut ijin yang telah diberikan kepada PT EGI dan bergandengan dengan warga kota Bandung bersama-sama mengelola hutan kota Babakan Siliwangi.

Bandung, 15 Februari 2013
Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi


Reggi Kayong Munggaran
Juru Bicara Kampanye

#SaveBabakanSiliwangi + #Coin4BabakanSiliwangi

(via bramantyomargono)

December 20, 2012
World Architecture Festival 2012 di Singapura






Lantai empat Marina Bay Sands, Singapura, pagi itu riuh oleh sekumpulan orang berbusana monokrom dengan tanda pengenal berwarna kuning menggantung di leher. Sejumlah panitia berkaos hitam terlihat sibuk memverifikasi pengunjung yang baru datang. Rabu, 3 Oktober 2012, acara arsitektur terbesar di dunia itu dimulai, dengan sambutan Paul Finch sang Direktur Program sebagai pembuka acara.






World Architecture Festival 2012 yang diorganisasi oleh EMAP dan berkantor pusat di London ini berakhir pada tanggal 5 Oktober 2012 lalu. Hadir dalam acara tersebut sejumlah arsitek kelas dunia, diantaranya Moshe Safdie, Thomas Heatherwick, dan Ken Yeang. Singapura terlilih sebagai tuan rumah acara setelah empat tahun sebelumnya festival tahunan ini berlokasi di Barcelona, Spanyol.
Tema acara tahun ini adalah “Rethink and Renew”, menyoroti perlunya pendekatan inovatif dan kreatif dalam menanggapi bangunan eksisting dan lingkungan sekitar, untuk kemudian mempertanyakan dan berpikir kembali tentang apakah arsitektur seharusnya sesuai dengan peraturan dan kondisi yang ada, ataukah melayani permintaan desain yang berwenang. Tema yang diangkat merupakan benang merah pada serangkaian acara berupa seminar, pameran, presentasi shortlist, dan student charretes workshop. Dua di antara sepuluh tim mahasiswa yang terpilih dalam student charrettesini berasal dari Indonesia yaitu tim Institut Teknologi Surabaya dan tim Institut Teknologi Bandung. Sementara itu, pemenang dari workshop ini adalah tim dari Universitas Ferrara, Italia. Serangkaian acara pendukung juga ikut memeriahkan festival ini, seperti Pecha Kucha Night yang diadakan pada tanggal 2 Oktober 2012 dan Architours by Archifest’12 pada tanggal 6 Oktober dan tanggal 7 Oktober ke bangunan-bangunan di Singapura yang masuk ke dalam shortlist.
Tak hanya sekedar menjadi tuan rumah, Kota Singa yang menjadi simpul bisnis Asia Tenggara ini menunjukkan taring dengan sederetan bangunan publiknya yang mendapat penghargaan di WAF Award. Beberapa diantaranya adalah Kallang River Bishan Park rancangan Atelier Dreiseitl pada kategori Landscape Project of the Year dan Gardens by the Bay rancangan Wilkinson Eyre Architects pada kategori World Building of the Year. 
Menanggapi suksesnya acara tahun ini, World Architecture Festival 2013 akan diselenggarakan kembali di Marina Bay Sands dari tanggal 2 Oktober sampai dengan tanggal 4 Oktober 2013.
*
Rofianisa Nurdin/Vidour/untuk Majalah Griya Asri edisi Desember 2012

World Architecture Festival 2012 di Singapura

Lantai empat Marina Bay Sands, Singapura, pagi itu riuh oleh sekumpulan orang berbusana monokrom dengan tanda pengenal berwarna kuning menggantung di leher. Sejumlah panitia berkaos hitam terlihat sibuk memverifikasi pengunjung yang baru datang. Rabu, 3 Oktober 2012, acara arsitektur terbesar di dunia itu dimulai, dengan sambutan Paul Finch sang Direktur Program sebagai pembuka acara.

World Architecture Festival 2012 yang diorganisasi oleh EMAP dan berkantor pusat di London ini berakhir pada tanggal 5 Oktober 2012 lalu. Hadir dalam acara tersebut sejumlah arsitek kelas dunia, diantaranya Moshe Safdie, Thomas Heatherwick, dan Ken Yeang. Singapura terlilih sebagai tuan rumah acara setelah empat tahun sebelumnya festival tahunan ini berlokasi di Barcelona, Spanyol.

Tema acara tahun ini adalah Rethink and Renew, menyoroti perlunya pendekatan inovatif dan kreatif dalam menanggapi bangunan eksisting dan lingkungan sekitar, untuk kemudian mempertanyakan dan berpikir kembali tentang apakah arsitektur seharusnya sesuai dengan peraturan dan kondisi yang ada, ataukah melayani permintaan desain yang berwenang. Tema yang diangkat merupakan benang merah pada serangkaian acara berupa seminar, pameran, presentasi shortlist, dan student charretes workshop. Dua di antara sepuluh tim mahasiswa yang terpilih dalam student charrettesini berasal dari Indonesia yaitu tim Institut Teknologi Surabaya dan tim Institut Teknologi Bandung. Sementara itu, pemenang dari workshop ini adalah tim dari Universitas Ferrara, Italia. Serangkaian acara pendukung juga ikut memeriahkan festival ini, seperti Pecha Kucha Night yang diadakan pada tanggal 2 Oktober 2012 dan Architours by Archifest’12 pada tanggal 6 Oktober dan tanggal 7 Oktober ke bangunan-bangunan di Singapura yang masuk ke dalam shortlist.

Tak hanya sekedar menjadi tuan rumah, Kota Singa yang menjadi simpul bisnis Asia Tenggara ini menunjukkan taring dengan sederetan bangunan publiknya yang mendapat penghargaan di WAF Award. Beberapa diantaranya adalah Kallang River Bishan Park rancangan Atelier Dreiseitl pada kategori Landscape Project of the Year dan Gardens by the Bay rancangan Wilkinson Eyre Architects pada kategori World Building of the Year.

Menanggapi suksesnya acara tahun ini, World Architecture Festival 2013 akan diselenggarakan kembali di Marina Bay Sands dari tanggal 2 Oktober sampai dengan tanggal 4 Oktober 2013.

*

Rofianisa Nurdin/Vidour/untuk Majalah Griya Asri edisi Desember 2012

December 8, 2012

Paviliun Archifest 2012

Pada minggu terakhir di bulan September, perjumpaan itu berawal. Sesosok hitam yang berdiri dilatari hijaunya Foothills Fort Canning Park, Singapura. Saat itu ia belum sempurna, hanya sebentuk rangka baja seperti yang biasa terlihat di perlombaan F1 atau Parade Nasional. Ruang belum hadir di sana.

Berkilo-kilo meter dari sana keesokan harinya, pagi yang terlampau cerah di sudut barat daya Kota Singa, sekumpulan orang mengawali akhir pekan mereka dengan memberi wadah kehidupan baru bagi lebih dari seribu bibit bunga wedelia. Bukan ke dalam pot porselen yang rapuh, melainkan botol pet plastik sederhana yang akan mewadahi bunga kecil yang tahan segala cuaca ini.

Lalu tak lebih dari seminggu, kerangka hitam telah bertransformasi menjadi sebuah komposisi dinding meliuk yang menciptakan ruang di berbagai sisi. Sebuah ruang besar beratap di satu sisi, sudut pamer yang dinaungi kanopi di sisi satunya, dan sisi lainnya untuk pemutaran film di ruang terbuka, serta tempat piknik di sekeliling paviliun yang memang merupakan hamparan rumput hijau di kawasan pusat kota. Tapi belumah paviliun ini selesai. Kelompok yang sama seperti minggu lalu kini datang membawa pot-pot wedelia yang sebagian besar telah berbunga, lalu meletakkan pot-pot tersebut dan juga seribu gulungan tikar piknik ke dalam sela-sela dinding, mengikuti pola gelombang. James Tan dari WOW Architects yang merancang paviliun ini berkata bahwa komposisi gelombang dihadirkan untuk merepresentasikan air, karena di tempat paviliun ini berdiri dulunya merupakan kolam renang publik. Sebuah memori yang kini hanya bisa dilihat di arsip SA Magazine.

Menanam bibit wedelia dan menghias dinding paviliun dengan komposisi tanaman dan tikar, merupakan upaya untuk mengajak masyarakat menjadi bagian dari pembuatan paviliun. Bahwa estetika yang dihasilkan, juga merupakan hasil karya kolektif dari mereka. Gulungan tikar yang tersebar sepanjang dinding dapat digunakan kapanpun oleh siapapun sebagai alas piknik di sekitar paviliun. Tikar-tikar yang telah selesai digunakan diletakkan kembali ke dalam dinding, yang tanpa disadari akan membentuk komposisi fasad baru dan terus berubah selama paviliun masih digunakan.

Hal-hal seperti itulah yang diharapkan terjadi dalam rangkaian acara Archifest. Pun pengadaan paviliun ini ditujukan untuk menyuarakan tema Archifest tahun ini, yaitu “Rethinking Singapore”. Agar masyarakat tak hanya sekedar hadir dan menyaksikan, tapi juga dapat ikut terlibat, berkolaborasi, dan mengalami proses sebuah ide terimplementasikan menjadi solusi desain yang nyata. Kegiatan yang terjadi sepanjang festival di bulan Oktober ini berkisar seputar mengalami dan menselebrasikan kota melalui berbagai sudut pandang dengan berbagai cara sederhana.

*

Paviliun ini diresmikan pada Jumat sore tanggal 12 Oktober 2012, ketika lampu-lampu kota telah terang menyala, bukit Fort Canning bersembunyi dalam geming menjadi bayangan latar yang serupa warna langit, dan Clarke Quay di seberang mulai mengeluarkan dentuman riuh. Ia berdiri ditengah, sesosok hitam yang merespon dualisme konteks di kanan-kirinya, cantik berhias warna-warni kota: lampu, tanaman, manusia. Membaur dalam kompleksitas urban dengan sederhana.

Meruang.

*

Ditulis oleh Rofianisa/Vidour untuk WOW Architects: Archifest Pavilion 2012 Singapura

July 30, 2012

exi(s)t video coming soon! @dialogue_arts

May 26, 2012

TIM WAE REBO POWER

VIDOUR-PALAPA

Site Survey COMING SOON on JULY

May 4, 2012
Arsitek 4 Dekade #2
Han Awal

Arsitek 4 Dekade #2

Han Awal

May 4, 2012

awawchan:

selimut untuk monitor kantor biar ga kedinginan dimalam hari :’)

sengaja ga simetris, biar keliatan handmade nya *pembelaan*

April 29, 2012

April 25, 2012

Kegiatan menarik minggu ini ialah menginspirasi anak-anak SD dengan profesi yang sama sekali mereka belum pernah dengar. Saya diberi kesempatan melalui Kelas Inspirasi untuk menginspirasi murid SD 01 Duri Pulo dengan profesi sebagai video maker.

semoga mereka mampu membuat film penuh fantasi dan imajinasi di masa depan.

Adi 

April 21, 2012
Vidour bersama Pak Deddy Wahjudi dan Sang Arsitek Salman Pak Achmad Noe’man
#Arsitek 4 Dekade

Vidour bersama Pak Deddy Wahjudi dan Sang Arsitek Salman Pak Achmad Noe’man

#Arsitek 4 Dekade

Liked posts on Tumblr: More liked posts »